CashRead

Minggu, 02 Desember 2007

KISAH SAPU LIDI

Di sebuah halaman rumah , ada seikat sapu lidi yang tergeletak di dekat pintu gerbang. Warnanya yang coklat tua terlihat jorok. Sapu lidi tersebut tersusun dari puluhan bahkan ratusan lidi. Salah satu dari lidi-lidi itu bernama Mara. Mara sangat kesal karena setiap hari badannya yang kurus harus berurusan dengan sampah karena pemilik sapu tersebut memakai sapu tersebut untuk menyapu halaman yang luas dan dipenuhi daun-daun kotor setiap harinya. Belum lagi bila hari hujan, halaman akan sangat kotor dan berlumpur.
Suatu hari Mara berkata pada teman-temannya: "Aku tak suka bersama-sama dengan kalian, karena berada bersama dengan kalian hanya akan membuatku kotor". Salah satu temannya menjawab," Itu bukan salah kami, itu karena memang tugas dan fungsi kita sebagai sapu lidi". Jawaban itu diiyakan oleh teman-temannya yang lain, Mara bertambah kesal lalu bekata, "Dulu aku berasal dari pohon kelapa yang subur lho...! Seharusnya tempatku bukan di sini, aku lebih cocok menjadi hiasan di gerbang pesta pernikahan!" Salah satu teman Mara tertawa," Hei lihat...., lidi jorok ingin jadi hiasan pesta perkawinan."
Dan semua lidi pun ikut menertawakan Mara.
Mara semakin kesal.Mara mencibir sambil menyombongkan diri, "Huh, kalau pun aku harus membersihkan sampah, aku bisa sendiri, tak usah bersama-sama dengan kalian."
"Ohh ya!!!??" Teman-temannya tertawa.
Keesokan harinya anak pemilik rumah mencabut Mara dari kumpulan teman-temannya, Mara bersorak senang,"Lihat, nasibku memang lebih baik dari kalian, Kalian akan iri padaku!"
Ternyata anak pemilik rumah memakai Mara untuk belajar menyapu. Mara semakin senang karena akan ada kesempatan untuk membuktikan kata-katanya pada teman-teman.
Anak pemilik rumah mencoba menyapu menggunakan Mara, namun tak satupun sampah berhasil tersapu, Karena marah, anak kecil itu menangis lalu mematah-matahkan tubuh Mara menjadi bagian-bagian kecil.

Tidak ada komentar: